Indonesia berencana buat memindahkan bunda kotanya dari Jakarta di Jawa ke kota baru pada Kalimantan Timur di pulau Kalimantan. Langkah ini sebagian buat mengurangi tekanan di stagnasi lalu lintas Jakarta, yg tenggelam, ternoda serta padat. bunda kota baru juga akan menjadi cara simbolis memusatkan pemerintahan, yg ditinjau terlalu Jawa-sentris.
pandangan baru pemindahan bunda kota telah terdapat sejak kemerdekaan, menggunakan presiden Soekarno (1945-1967) berencana memindahkan bunda kota ke Palangkaraya pada Kalimantan. Presiden Yudhoyono (2004-2014) pun melontarkan gagasan tadi.
Dorongan terakhir untuk memindahkan mak kota diajukan oleh Presiden jokowi tidak usang setelah memenangkan masa jabatan keduanya pada tahun 2019. Presiden Indonesia hanya bisa menjabat 2 periode, serta proyek yg mahal serta sulit ini akan terlalu kontroversial buat dijalankan menjadi kebijakan pemilihan periode pertama.
Sejumlah lokasi terpilih, termasuk Palangkaraya di Kalimantan (pilihan awal Presiden Soekarno). Kalimantan adalah wilayah pilihan sebab dekat dengan sentra geografis Indonesia.
Lokasi yg dipilih ialah daerah yang terbelah antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara pada Kalimantan Timur. Ini kira-kira antara Balikpapan dan Samarinda.
Perlu dicatat bahwa bunda kotalah yang beranjak, bukan semua Jakarta, seolah-olah mungkin buat memindahkan kota berpenduduk 10 juta+ orang. Bersamaan dengan gosip bunda kota baru, ada artikel info wacana bagaimana Jakarta karam ke laut, dan ditinggalkan. Meskipun benar bahwa kota ini sedang tenggelam, serta naiknya bagian atas laut juga akan mengakibatkan kekacauan, Jakarta masih merencanakan masa depan dan diproyeksikan menjadi kota terbesar pada dunia.
Pekerjaan seharusnya dimulai di kota baru di tahun 2020, tetapi kemudian COVID-19 terjadi. pada titik ini, tidak jelas mirip apa masa depan ibu kota baru itu. joko widodo adalah presiden sampai 2024, jadi beliau akan mempunyai waktu hingga saat itu untuk menjalankan proyek yg memilih warisan ini.

