Jenis Simpanan
Pengendapan padatan air ketel di permukaan perpindahan panas dapat menyebabkan panas berlebih dan kemungkinan kegagalan tabung ketel. Deposit cenderung terbentuk di area fluks panas tertinggi berasal boiler. Gambar 11 mengilustrasikan pengaruh isolasi asal deposisi, yg menaikkan suhu dinding tabung.
Sebagian besar operasi boiler industri menghasilkan air umpan berkualitas baik menggunakan perlakuan eksternal melalui proses pelunakan atau demineralisasi zeolit, homogen-homogen berasal kesadahan total 0,01 hingga dua,0 ppm. Pengolahan air boiler internal tambahan masih diperlukan buat pencegahan endapan berbahaya.
Kelarutan garam kesadahan dalam air menurun menggunakan meningkatnya suhu. Garam yang larut secara terbalik ini (misalnya, karbonat serta silikat) mengendap membentuk larutan di suhu yg lebih tinggi dan menghasilkan endapan kristal. Panas juga memecah alkalinitas bikarbonat alami berasal air umpan buat menghasilkan karbon dioksida (gas korosif) serta ion karbonat (yg dapat membentuk kerak).
Padatan seperti lumpur dalam boiler terdiri berasal aneka macam garam dan oksida yg mengendap dalam air curah dan diangkut melalui boiler dengan pola peredaran air normal. Sejumlah minimal bahan seperti lumpur bisa dikontrol menggunakan blowdown boiler normal. galat satu cara untuk mencegah pembentukan kerak kristal pada boiler ialah menggunakan menginduksi secara kimiawi endapan amorf seperti lumpur.
umumnya, air umpan boiler merupakan campuran riasan serta kondensat uap siklus ulang. keliru satu atau ke 2 sumber air ini bisa mengandung oksida besi dan tembaga, yang dapat membuat endapan yg sangat merusak pada area pelepasan uap boiler.
2 jenis utama berasal perlakuan kimia internal artinya pengendapan menggunakan fosfat serta pelarutan menggunakan chelant. Dispersan polimer biasanya digunakan buat melengkapi kedua jenis pengkondisian air boiler. pada perkara dimana air menggunakan kemurnian tinggi tersedia, polimer dapat dipergunakan sendiri.
Suatu bentuk pengobatan cara lain yg kadang-kadang digunakan dalam boiler industri, namun terutama didesain buat boiler utilitas dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi, merupakan perlakuan amonia dan hidrazin yg sangat mudah menguap. syarat operasi ini membutuhkan air dengan kemurnian sangat tinggi; jenis perawatan ini lebih disukai sebab tak menyampaikan donasi padatan apa pun ke air boiler.
Curah Hujan
Fosfat sangat stabil pada suhu air boiler tetapi sangat tidak larut waktu bertemu dengan kalsium di pH tinggi serta suhu tinggi. Partikel kalsium fosfat, berbeda menggunakan kalsium karbonat, tak simpel menempel pada bagian atas logam. untuk alasan ini, fosfat ialah bahan kimia perawatan internal standar.
dalam pengolahan bentuk fosfat, alkalinitas dipertahankan di taraf yang cukup buat mengendapkan magnesium sebagai magnesium hidroksida, yang, pada gilirannya, mengadsorbsi silika asal air ketel. Endapan mirip lumpur yg dihasilkan, terdiri asal kalsium fosfat dan magnesium silikat, selanjutnya dikondisikan oleh dispersan polimer buat mencegah akumulasinya dalam boiler.
buat penerapan perlakuan ini, korektif fosfat mirip dinatrium fosfat dibubuhi ke air ketel. Jika alkalinitas alami air riasan tidak mencukupi, maka alkali mirip soda kaustik dibubuhi.
Dispersan polimer merupakan senyawa organik sintetik dengan berat molekul yg cukup rendah serta kerapatan muatan yang tinggi. Polimer alam seperti tanin dan lignin sudah digantikan sang polimer sintetik serta kopolimer mirip polimetakrilat, polimaleat anhidrida, dan stirena maleat anhidrida tersulfonasi. Polimer berfungsi sebagai dispersan menggunakan mengadsorpsi pada inti kristal, menetralkan muatan bagian atas, serta mencegah atau mengendalikan pertumbuhan kristal lebih lanjut.
Blowdown air boiler diatur buat mencegah tingginya kadar padatan terlarut serta padatan tersuspensi yang disirkulasikan dalam air boiler.
Khelasi
Kation logam yang ditemukan pada air boiler, mirip kalsium, magnesium, besi, serta tembaga, dapat dilarutkan untuk mencegah pengendapan dan pembentukan kerak. Agen fungsional pada jenis perawatan ini dikenal menjadi chelants. Chelants merupakan organik, bahan kimia anionik yang membuat senyawa larut dengan logam. dua bahan kimia pengkelat primer yang dipergunakan dalam pengolahan air boiler industri adalah asam etilendiamintetraasetat (EDTA) serta asam nitrilotriasetat (NTA).
Chelant dibubuhi terus menerus dalam jumlah stoikiometrik yg diharapkan untuk melarutkan kontaminan logam yang terdapat dalam air boiler. Stabilitas senyawa reaksi logam-kelat yg dihasilkan sangat bervariasi. EDTA mempunyai lebih banyak situs koordinasi daripada NTA serta menghasilkan kompleks larut yg lebih kuat dengan kation logam. namun, EDTA yg melebihi yang dibutuhkan buat khelasi kontaminan dapat terurai dalam air boiler dan kelebihan EDTA dan NTA yg akbar dapat bereaksi dengan film magnetit (Fe3O4) yg melindungi boiler. Anion lain yg terdapat pada air boiler (misalnya, fosfat, silikat, serta hidroksida) cenderung bersaing dengan chelant, membatasi keefektifannya.
buat alasan ini, kimia pengobatan chelant harus sempurna. Pengujian analitik yang acapkali asal air umpan serta air boiler internal diperlukan untuk mempertahankan laju umpan chelant yang tepat.
Dispersan polimer digunakan buat melengkapi pengobatan chelant. Polimer sangat efektif dalam mendispersi oksida logam serta lumpur yang terbentuk karena ketidakstabilan chelant. Penerapan perlakuan chelant-dispersant yang sempurna membentuk bagian atas perpindahan panas yg higienis serta operasi boiler yg efisien.

