PEMBAKARAN BAHAN BAKAR LEAN GAS
REI menggunakan model berbasis CFD buat mengevaluasi kinerja fuel lean gas reburning (FLGR) pada Orlando Utilities Commission (OUC) Stanton Unit 1. Gas CoFiring menggabungkan gas alam serta batu bara di setiap burner, disuntikkan melalui penyala yg dimodifikasi. Ini juga menambahkan sebagian berasal total input panas menjadi gas pada tungku atas (ini dikenal sebagai Fuel Lean Gas Reburn). model ini pertama kali dijalankan pada syarat operasi “ketika ini” (pembakaran batu bara). model kemudian dijalankan buat mengevaluasi imbas FLGR pada kinerja tungku termasuk emisi NOx serta CO, penetrasi dan pencampuran bahan bakar yg disuntikkan, serta akibat di suhu gas. Masukan panas gas serta jumlah serta ukuran injektor bahan bakar bervariasi. Simulasi membagikan emisi NOx serta CO keluar contoh rendah dan karbon pada fly ash dibandingkan dengan kasus operasi ketika ini.
PEMODELAN UDARA-BATUBARA KE OXY-NG RETOFIT
Penembakan oxy-natural gas menyampaikan suhu nyala yg fleksibel, efisiensi termal yang lebih tinggi, emisi yang sangat rendah, dan potensi penangkapan CO2 yang lebih praktis. buat oxy-firing, daur ulang gas buang (FGR) ditambah campuran saluran masuk oksigen berdampak pada tungku berseri-seri serta perpindahan panas lewat konvektif. FGR menyerap tenaga dan menambahkan aliran massa. Jumlah FGR dan lokasi injeksi mempengaruhi suhu nyala serta profil fluks panas. Parameter kunci ketika membandingkan sistem udara-batubara yg terdapat menggunakan retrofit oxy-NG ialah distribusi perpindahan panas pada bagian pancaran serta konveksi. hasil membagikan bahwa pembakaran oxy-NG layak buat meniru perpindahan panas tungku berbahan bakar batubara, namun sistem pembakaran perlu dioptimalkan buat desain tungku tertentu.
STUDI PEMODELAN KONVERSI BATUBARA KE GAS di STASIUN SALURAN TRENTON
Tujuan berasal proyek ini adalah buat menyampaikan tanda awal masalah yang mungkin muncul saat beralih dari pembakaran batu bara ke gas alam. Baik pemodelan proses serta pemodelan CFD dilakukan. Sirkuit uap dan gas buang operasi batubara dasar didapatkan di indera pemodelan proses REI, SteamGen Expert. kemudian sirkuit lain dihasilkan buat pembakaran gas alam, di mana kondisi operasi serta faktor pengotoran dipergunakan buat memprediksi perubahan perpindahan panas. buat penelitian ini, laju pembakaran semakin tinggi ketika beralih ke gas alam. Ini membentuk suhu uap serta gas buang yang lebih tinggi. ditentukan bahwa laju aliran uap dan luas permukaan lintasan konvektif perlu dibubuhi buat membuat uap yang sebanding menggunakan pembakaran batubara. sebagai alternatif, laju pembakaran gas alam dapat diturunkan sampai suhu uap yang sesuai tercapai, tetapi kemungkinan perubahan pada bagian konvektif masih diharapkan.

