Filter berbasis arang aktif sudah poly digunakan pada ruang merokok untuk menghilangkan bahan gas dalam asap rokok. tetapi, filter tadi tak efektif pada menghilangkan bahan gas mirip asetaldehida, kinerja penyerapannya menurun menggunakan cepat pada fasilitas tertutup seperti ruang merokok, serta perlu diganti setidaknya setiap minggu, yg agak membuat repot.
Tim peneliti telah membuatkan filter katalis nano menggunakan melapisi serbuk katalis nano berbasis mangan oksida (Mn/TiO2) secara merata ke media filter berbasis keramik. Filter nano-katalis memakai teknologi yang menguraikan unsur-unsur asap rokok menggunakan radikal oksigen, yang didapatkan oleh penguraian ozon di udara pada bagian atas filter nano-katalis berbasis mangan-oksida. Tes penilaian dengan senyawa organik volatil total (TVOC), seperti asetaldehida, nikotin serta tar, yg merupakan volume terbesar bahan gas pada asap rokok, dilakukan buat mengevaluasi kinerja katalis yang baru dikembangkan. Hasilnya memberikan bahwa katalis baru terurai lebih berasal 98% berasal zat berbahaya tersebut (lihat Gambar. tiga).
buat uji evaluasi kinerja, tim peneliti membuat prototipe indera pembersih udara memakai filter nano-catalyst. peralatan tersebut dipasang di ruang merokok yg sebenarnya ukuran 30 meter persegi (dengan kapasitas pemrosesan 4 CMM). lebih kurang 80% elemen asap rokok diproses serta terurai sebagai uap air serta karbon dioksida, pada saat 30 mnt, serta 100% pada antaranya pada saat 1 jam. kondisi pengujian dibuat berdasarkan kapasitas pemrosesan yg bisa mensirkulasikan udara di dalam ruang merokok seluas 30 meter persegi setiap 15 mnt sekali.
Tim peneliti memperkirakan akan memakan waktu lebih kurang satu tahun buat mengkomersialkan teknologi ini karena nano-katalis serta teknologi pelapisan filter telah dikembangkan.
Peneliti primer Dr. Jurng menyebutkan bahwa “penelitian ini mempunyai arti penting karena peralatan pembersih udara baru berbasis katalis sederhana berhasil memproses dan menghilangkan bahan gas pada asap rokok, yg tidak praktis dihilangkan menggunakan teknologi pembersihan udara yg terdapat. Bila yg baru peralatan bisa disederhanakan dan layak secara ekonomi, itu akan sebagai indera penting buat menjaga ruang merokok menyenangkan serta higienis. pula, berasal perspektif konvergensi, filter katalis nanometer baru dapat diintegrasikan dengan produk pembersih udara lainnya seperti pembersih udara dan pendingin udara .”
Metode dekomposisi ozon (O3) memakai katalis bisa dimanfaatkan menjadi teknologi dekomposisi tetap. waktu O3 berinteraksi menggunakan oksida logam (Mn/TiO2), O3 diuraikan dengan rumus reaktivitas berikut pada permukaan mangan, menghasilkan spesies oksigen reaktif, yaitu radikal oksigen. Sisi kanan gambar terlampir membagikan proses oksidasi asetaldehida (CH3CHO), zat yang menyumbang bagian terbesar asal bahan gas dalam asap rokok. Asetaldehida dioksidasi serta berubah sebagai CO2 dan H2O yg tak berbahaya sang spesies oksigen reaktif yang dihasilkan pada proses dekomposisi O3. VOC lain mengalami reaksi oksidasi yang serupa.
Kinerja katalis yang baru dikembangkan (Mn/TiO2) dievaluasi memakai perangkat pengujian pada lab penelitian. Performa dekomposisi mencapai maksimum 98% pada kisaran berasal konsentrasi rendah (10ppm) hingga konsentrasi tinggi (200ppm). Ozon yg digunakan buat proses reaksi tidak habis atau terdeteksi selesainya reaksi dekomposisi karena terdekomposisi sempurna sang katalis.
peralatan pembersih udara berbasis teknologi saat ini bisa digunakan buat membersihkan asap rokok pada ruang merokok, dll, serta dapat dipergunakan pada banyak sekali produk mirip AC dan pembersih udara. Selain itu, teknologi ini mempunyai potensi dan nilai yang besar karena bisa dikonvergensi dengan teknologi lain.

