Menelaah impak penambahan hidrogen serta LPG terhadap efisiensi dan emisi dari mesin diesel bahan bakar ganda. Mereka menunjukkan bahwa efisiensi semakin tinggi menggunakan penggunaan LPG pada beban tinggi sementara emisi HC, NOx, serta asap berkurang. Mereka mengamati dengan serius knocking di mesin uji di rasio 70% LPG. Performa mesin terbaik diperoleh di 40% rasio elpiji. Mirgal dkk. menyelidiki mesin bahan bakar ganda diesel/LPG. Bahan bakar LPG fase gas adalah dikirim ke intake manifold dari mesin diesel satu silinder. Percobaan dilakukan di beban mesin 50% dan putaran mesin 1500 rpm kontinu. akibat eksperimen tercatat sebesar 35%, 67%, 73% dan 90% rasio bahan bakar LPG kira-kira. saat rasio bahan bakar LPG meningkat, emisi NOx menurun, serta emisi HC semakin tinggi secara teratur. Selain itu, emisi CO meningkat di awalnya serta lalu sedikit berkurang. Terlihat bahwa terdapat sedikit penurunan tekanan silinder sebab peningkatan rasio bahan bakar LPG. LPG dalam fase cair dicampur menggunakan bahan bakar diesel dan dikirim ke pompa bertekanan tinggi saat bahan bakar LPG fase cair dipergunakan pada mesin diesel. campuran LPG cair dan solar ialah disuntikkan ke pada silinder menggunakan injektor diesel di tekanan tinggi. LPG fase cair bisa berubah ke fase gas menggunakan mudah saat disuntikkan ke dalam silinder karena titik didih LPG yg rendah. Penguapan cepat LPG dalam campuran diesel/LPG bisa menaikkan atomisasi semprotan bahan bakar. Peningkatan kandungan LPG dalam adonan bahan bakar akan menurunkan nomor setana campuran solar/LPG, dan ini akan menyebabkan peningkatan penundaan pengapian. Selain itu, panas laten penguapan dan Nilai Pemanasan Rendah (LHV) adonan diesel/LPG menyampaikan sedikit peningkatan pada penundaan pengapian. tambahan dari LPG pada bahan bakar diesel bisa mencapai atomisasi semprotan yg baik serta berkontribusi pada pencampuran bahan bakar-udara namun, proporsi LPG yg tinggi dalam campuran dapat mengakibatkan ketukan atau pembakaran mesin kebisingan. Cao dkk. menelaah perbandingan bahan bakar LPG dan solar di mesin diesel. LPG di fase cair serta bahan bakar diesel dipindahkan ke pompa bertekanan tinggi menjadi campuran. bahan bakar solar-elpiji campuran disuntikkan ke dalam silinder antara tekanan 180 dan 260 bar oleh injektor awam. Mereka tampil percobaan dengan %100 solar, %10 serta %30 rasio LPG. Mereka mengamati bahwa tenaga mesin serta torsi tetap di taraf yang sama pada rasio bahan bakar bekas pada bawah kecepatan 1800 rpm kontinu. CO, NOx terbaik, serta emisi asap dicapai menggunakan menggunakan rasio %30 LPG. pada sisi lain, emisi HC terbaik diperoleh dengan %100 bahan bakar solar. Qi dkk. mengkaji ciri pembakaran serta emisi bahan bakar ganda diesel/LPG di mesin pengapian kompresi. Mereka mencampur bahan bakar diesel serta LPG fase cair dengan 10%, 20%, 30%, dan 40% rasio serta disuntik menggunakan injektor awam. Pengujian dilakukan di putaran mesin 1500 rpm serta 2000 rpm pada bawah antara 15% dan 90% beban mesin. dalam seluruh syarat beban dan bersepeda, itu adalah mengamati bahwa tekanan silinder menurun ad interim rasio LPG meningkat. pada hal emisi, NOx menurun, dan HC meningkat pada ke 2 putaran mesin serta pada semua beban saat rasio LPG ditingkatkan. Alasan utamanya ialah suhu gas silinder lebih rendah buat operasi bahan bakar campuran pada beban mesin yang rendah menggunakan peningkatan laju sirkulasi massa LPG, dan semakin poly hidrokarbon aromatik di kandungan LPG, yg terlalu stabil buat terbakar seluruhnya. di sisi lain, semprotan yg baik dapat mengurangi bahan bakar dicampur dekat dengan dinding ruang silinder, sehingga emisi HC sangat berkurang. tidak ada perubahan akbar dalam emisi CO menggunakan operasi bahan bakar diesel murni. Emisi asap menurun secara sedikit demi sedikit, dan emisi asap terbaik dicapai dengan menggunakan rasio LPG 40%. Ma dkk. menelaah efek adonan diesel serta diesel-propana di saat injeksi bahan bakar pada a mesin pengapian kompresi silinder tunggal. Laju propana, laju pelepasan panas maksimum, panas premix divestasi, suhu gas silinder maksimum dan emisi NOx meningkat buat kecepatan engine yg sama, beban mesin, serta injeksi maju sementara ketika pembakaran total, CO, HC, serta emisi asap berkurang. Penelitian ini bertujuan buat mengetahui dampak penggunaan bahan bakar ganda solar/LPG terhadap performa mesin serta emisi gas buang mesin diesel kecil pada pada putaran mesin konstan serta beban berbeda. buat tujuan ini, mesin diesel mungil konvensional diubah menjadi bahan bakar ganda diesel/LPG injeksi langsung mesin. Mesin uji dioperasikan pada kecepatan 3000 rpm kontinu dan beban mesin yg berbeda berubah asal 500 hingga 1500 W. untuk setiap adonan bahan bakar dan beban mesin, akibat injeksi eksklusif LPG pada satu silinder mesin diesel diselidiki di kinerja mesin (efisiensi efektif, konsumsi bahan bakar, BSFC, EGT) serta emisi (NOx, HC, CO, asap). Meskipun poly penelitian perihal bahan bakar ganda LPG/solar sudah ditemukan pada literatur, studi ini umumnya memberikan bahwa LPG disuntikkan ke e asupan manifold serta dikirim ke silinder bersama dengan udara masuk. Diyakini bahwa penelitian ini dapat membantu mengisi kesenjangan dalam literatur wacana injeksi pribadi LPG di mesin diesel.

