Kondensor berpendingin air, pendingin produk (panas penukar panas) dan penukar panas lainnya bisa memakai a sejumlah akbar air pada kilang. Beberapa kilang pakai pendingin udara, di mana peredaran prosesnya dipertukarkan dengan udara sebelum dikirim ke pendingin penukar panas air. Ini akan meminimalkan penggunaan air pendingin pada kilang. Beberapa kilang memakai sistem sekali pakai pada mana air yg masuk dipertukarkan menggunakan cairan proses dan air pendingin yg lebih hangat lalu dikembalikan ke sumber air. tetapi, Jika air merupakan komoditas langka di lokasi tertentu mungkin lebih baik buat mensirkulasi ulang air melalui menara pendingin serta kemudian balik ke proses. di sistem aliran ini air disuplai sekitar 90 ° F serta kembali ke menara pendingin pada a maksimum lebih kurang 120 ° F. Beberapa pengolahan air diharapkan bahkan buat sekali melalui sistem pendingin buat mencegah pembentukan kerak, korosi, serta pembentukan lendir serta alga. Itu sejauh mana perawatan yg dibutuhkan buat sistem peredaran ialah jauh lebih akbar karena kotoran terkonsentrasi di sistem menjadi kerugian penguapan terjadi. pada sistem menara pendingin, penumpukan garam konsentrasi tidak dapat dihindari sebab air merupakan diuapkan di menara pendingin. Air make up ialah diharapkan buat membarui ini serta kerugian lainnya. Air bahari sudah berhasil dipergunakan menjadi pendingin air terutama pada wilayah pesisir dengan air tawar kekurangan. Sistem perlindungan katodik menggunakan anoda magnesium yang terletak pada kepala apung serta saluran penukar mencegah korosi yang hiperbola. Deposit diminimalkan dengan membatasi kenaikan suhu air pendingin di bawah titik di mana garam kalsium mulai mengendap. Air minum Air minum diharapkan buat dipergunakan di dapur, cuci area dan kamar mandi di kilang serta di pancuran keselamatan / stasiun pencuci mata. Air kota atau air tanah yang diolah dapat digunakan buat tujuan ini. di lokasi terpencil atau pada kota-kota mungil sebagian dari air yang diolah dari unit pelunakan tumbuhan mungkin dialihkan buat penggunaan air minum. Air yang diolah wajib diklorinasi buat menghancurkan bakteri, dan kemudian dipompa pada sistem independen buat mencegah potensi kontaminasi silang. Air berkualitas yg bisa diminum mungkin juga diperlukan pada beberapa bahan kimia khusus operasi (misalnya menjadi pengencer). Air barah Persyaratan buat air barah pada kilang adalah intermiten, tetapi bisa ialah peredaran yg sangat besar . acapkali, kilang mengumpulkan air hujan dari area nonproses dan menyimpannya di reservoir khusus ke sistem air barah di pabrik. Ketentuan umumnya dibuat buat koneksi (buat digunakan dalam situasi darurat) asal sistem air kebakaran ke dalam reservoir air terbesar yang tersedia. umumnya ini artinya pasokan air baku sebab air barah membutuhkan tak terdapat pengobatan. Air bahari atau air payau sering dipergunakan menjadi air api sang tumbuhan yg terletak pada sepanjang pantai wilayah. Air utilitas Air utilitas digunakan buat mencuci lain-lain operasi, mirip membersihkan area operasi. beliau harus bebas berasal sedimen tetapi tidak memerlukan perawatan lainnya Bagian ini menyebutkan banyak sekali asal mengolah air pada kilang dan membahas yg terbaik praktek sehubungan menggunakan bagaimana mereka dikelola. juga termasuk merupakan diskusi tentang air limbah dihasilkan asal sistem utilitas yg berbeda pada kilang dan bagaimana sistem ini dikelola. Akhirnya, konsep pra-pengolahan air limbah yg dihasilkan dalam unit proses dibahas. Beberapa lumpur pengeboran yang masuk bersama minyak mentah cenderung menumpuk pada desalter serta membutuhkan buat dihapus. Hal ini dapat dilakukan baik secara terus menerus atau secara terencana. Beberapa desalter mempunyai kontinu sistem pencucian lumpur di mana lumpur tidak dibiarkan menumpuk pada dalam bejana. Sebagian akbar kilang lakukan pencucian lumpur secara bersiklus (umumnya sekali shift) menggunakan mempertinggi ad interim cuci aliran air ke nozel pencuci lumpur terletak pada bagian bawah desalter. namun, waktu operasi ini dilakukan bisa mengakibatkan peningkatan divestasi hidrokarbon ke sistem pengolahan air limbah. Kontrol antarmuka minyak/air artinya aspek krusial berasal desain serta pengoperasian desalters. terdapat sebuah jumlah pengontrol antarmuka yang tersedia di pasar dan keliru satu sistem tersebut menggunakan high pengukuran elektromagnetik frekuensi buat mendeteksi antarmuka. Kontrol antarmuka minyak / air akan membantu meminimalkan/menghilangkan pembuangan yang tidak disengaja berasal hidrokarbon ke sistem pengolahan air limbah. Air pencuci yg digunakan dalam desalters umumnya lima to 8% dari throughput mentah. sumber pembersihan air yang dipergunakan di desalters sangat bervariasi pada kilang yg berbeda. Tabel tiga mengungkapkan aneka macam asal yang dipergunakan serta membahas kelebihannya dan kekurangan masing-masing sumber.

