ringkasan bisnis plan saat menilai nilai dan potensi risiko pada rantai pasokan manufaktur untuk kebersihan teknologi, data buat bahan standar hulu telah dikacaukan menggunakan data buat yang lebih besar pasar bahan serta karena itu sulit buat dibedakan. Laporan tadi meletakkan dasar buat mengintegrasikan bahan mentah ke pada analisis rantai pasokan teknologi dengan melihat kobalt serta litium— 2 bahan baku primer yg digunakan untuk menghasilkan lembaran katoda dan elektrolit—the subkomponen sel baterai lithium-ion (Li-ion) tunggangan tugas ringan (LDV) asal 2014 sampai 2016. Baik kobalt juga litium sangat terkonsentrasi di beberapa negara. contohnya, dari 2014 sampai 2016, rata-rata 53% produksi kobalt yg ditambang global dari berasal Demokrat Republik Kongo (DRC), sementara rata-rata 47% penyulingan kobalt dunia terjadi di Cina (USGS 2018; Institut Cobalt 2018). Selain itu, lebih berasal 80% produksi lithium dunia asal asal Australia, Chili, dan Argentina, sementara lebih dari 60% mangan ditambang di Selatan Afrika, Cina, dan Australia (USGS 2018). sebab konsentrasi geografis yg tinggi pada produksi, pasar untuk sebagian akbar bahan ini umumnya kurang transparan dibandingkan dengan pasar untuk bahan-bahan ini bahan konvensional seperti aluminium dan tembaga. Bahan-bahan ini pula digunakan di kawasan lain industri, namun karena penyebaran kendaraan listrik meningkat, produksi baterai sebagai asal permintaan yang semakin krusial. sang karena itu, tahu pasar bahan-bahan ini artinya penting buat tahu akibat pengembangan LDV yang berkelanjutan di produksi mineral, serta dan kebalikannya. Analisis ini memberikan bahwa rantai pasokan kobalt relatif kurang aman daripada pasokan lithium rantai. Antara 2014 dan 2016, selain guncangan permintaan yang ditimbulkan oleh perlambatan ekonomi, produksi kobalt pula dipengaruhi oleh volatilitas harga di pasar logam lainnya. Kobalt terutama diproduksi sebagai produk sampingan atau produk sampingan asal tembaga serta nikel, yg keduanya mempunyai pasar yg fluktuatif. Pasokan kobalt merespons dengan bertenaga penurunan tajam harga logam dasar selama periode ini. Kami juga menemukan bahwa sebagian akbar Produsen bahan aktif katoda sangat terlibat semua rantai nilai bahan standar pada beberapa kapasitas. Adapun pasar lithium, meskipun Australia mempunyai lebih kurang 47% asal cadangan lithium dunia dan menyumbang homogen-homogen 41% berasal dunia produksi lithium, Cina menyumbang 47% asal kapasitas kilang lithium karbonat, sebagian akbar karena memproses sebagian besar lithium Australia. China juga memimpin permintaan kobalt serta lithium untuk bahan LDV Li-ion battery (LIB). perkiraan penggunaannya asal 2014 hingga 2016 ialah antara 15.000 metrik ton (mt) serta 24.000 mt kobalt, dan antara 15.000 Mt dan 40.000 Mt setara lithium karbonat. Pasar teratas lainnya buat kobalt serta lithium buat LDV LIB bahan termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Belgia. untuk perdagangan, Republik Demokratik Kongo adalah pengekspor bahan kobalt terkemuka, menggunakan bahan kobalt senilai lebih kurang $4,lima miliar yg diekspor asal 2014 sampai 2016. China adalah importir utama bahan kobalt, menggunakan impor bahan kobalt senilai sekitar $tiga,5 miliar dalam periode yg sama. asal bahan litium yg dianalisis pada laporan ini (litium karbonat dan hidroksida), Chili memimpin ekspor, dengan lithium senilai sekitar $ 151 juta diekspor asal 2014 hingga 2016, sedangkan Jepang memimpin impor, melaporkan bahan lithium impor senilai sekitar $478 juta. Catatan sirkulasi perdagangan litium buat Australia tak dilacak secara terpisah oleh Kode Harmonized System (HS). Australia mengekspor sebagian akbar litium (spodumene) yg belum diproses bijih ke Cina. analisisnya

