Baterai lithium-ion memberi daya di kehidupan jutaan orang setiap hari. asal laptop dan ponsel sampai bibit unggul serta kendaraan beroda empat listrik, teknologi ini semakin terkenal karena bobotnya yg ringan, kepadatan energi yang tinggi, serta kemampuan untuk mengisi ulang. Baterai terdiri berasal anoda, katoda, pemisah, elektrolit, dan 2 pengumpul arus (positif serta negatif). Anoda dan katoda menyimpan lithium. Elektrolit membawa ion litium bermuatan positif dari anoda ke katoda dan kebalikannya melalui separator. pergerakan ion lithium membangun elektron bebas di anoda yg membentuk muatan di kolektor arus positif. Arus listrik kemudian mengalir berasal kolektor arus melalui perangkat yg diberi daya (ponsel, personal komputer , dll.) ke kolektor arus negatif. Pemisah memblokir aliran elektron pada pada baterai. saat baterai sedang digunakan serta menyampaikan arus listrik, anoda melepaskan ion lithium ke katoda, menghasilkan peredaran elektron berasal satu sisi ke sisi lain. ketika mencolokkan perangkat, yang terjadi sebaliknya: Ion litium dilepaskan oleh katoda serta diterima oleh anoda. 2 konsep paling awam yg terkait dengan baterai adalah kepadatan energi dan kepadatan daya. Kepadatan tenaga diukur dalam watt-jam per kilogram (Wh/Kilo Gram) serta artinya jumlah energi yang dapat disimpan baterai sehubungan menggunakan massanya. Kepadatan daya diukur pada watt per kilogram (W/Kilo Gram) serta merupakan jumlah daya yang bisa didapatkan oleh baterai sehubungan menggunakan massanya. buat menggambar gambaran yang lebih jelas, pikirkan tentang mengeringkan kolam. Kepadatan energi seperti dengan berukuran kolam, sedangkan kepadatan daya sebanding dengan menguras kolam secepat mungkin. tempat kerja Teknologi kendaraan bekerja buat menaikkan kepadatan tenaga baterai, sekaligus mengurangi porto, dan mempertahankan kepadatan daya yg dapat diterima. buat isu lebih lanjut tentang proyek terkait baterai VTO,

