MBBR buat LIMBAH rumah SAKIT tempat tinggal sakit pada kegiatannya membuat limbah padat serta limbah cair yg infektious. Limbah cair tempat tinggal sakit biasanya mengandung senyawa organik yg tidak terlalu tinggi konsentrasinya. Kandungan senyawa organik dalam limbah tempat tinggal sakit diwakili sang parameter COD dan BOD lima. Selain COD serta BOD lima, maka parameter limbah rumah sakit artinya TSS, NH tiga -N bebas, ortofosfat, sisa klor, fenol, temperatur dan ph. Selain parameter ekamatra serta kimia, limbah cair rumah sakit juga harus memenuhi persyaratan parameter biologi. Parameter hayati dinyatakan dalam jumlah E. coli dalam satuan MPN/100 ml. baku standar mutu buat setiap parameter limbah cair rumah sakit tidak sinkron buat setiap daerah serta ditetapkan sesuai SK Gubernur. buat provinsi Jawa Timur, baku mutu limbah cair tempat tinggal sakit buat parameter ph, suhu, BOD 5, COD, TSS, NH 3 -N bebas serta ortofosfat berturut-turut artinya 6-9, 30 o C, 30 mg/l, 80 mg/l, 30 mg/l, 0,1 mg/l serta dua mg/l. Sedangkan buat parameter biologi adalah maksimum MPN E. coli/100 ml. tempat tinggal sakit pula adalah keliru satu sumber limbah yang mengandung bahan-bahan farmasi yang nantinya dibuang ke saluran pembuangan limbah domestik. oleh sebab itu limbah farmasi berasal tempat tinggal sakit umumnya diolah bersama sama menggunakan limbah domestik (Santos et al., 2013). Beberapa studi memberikan bahwa sistem pengolahan air limbah yg memakai lumpur aktif konvensional tidak bisa menghilangkan senyawa farmasi ini asal air limbah rumah sakit. Beberapa IPAL rumah sakit menggunakan teknologi ABR (Anaerobic Baffle Reactor) namun sistem ini gagal mereduksi kandungan ortofosfat dan NH 3-N bebas sehingga tak jarang effluent berasal ABR tidak memenuhi standar mutu. Proses post treatment masih diharapkan seperti adsorpsi menggunakan karbon aktif, fotolisis menggunakan sinar ultraviolet, proses oksidasi lanjut, reverse osmosis atau nanofiltrasi. sesuai atas perhatian yg akbar akan menyebarnya pathogen, maka negara-negara seperti Cina dan Jepang sudah menerapkan Membrane BioReactor (MBR) buat memasak limbah rumah sakitnya. MBR jua masih membutuhkan post treatment untuk menghilangkan senyawa farmasi asal air limbah rumah sakit. Escola Casas et al.(2015) berkata bahwa sistem pengolahan limbah MBBR mampu menghilangkan senyawa farmasi berasal air limbah rumah sakit. Hybas (Veolia Water Technology) adalah proses hibrid yg didasarkan pada teknologi fixed film lumpur aktif yg terintegrasi dimana plastik polietilen yg digunakan sebagai kawasan tumbuh bakteri dimasukkan ke pada lumpur aktif pada satu reaktor (Odegaard et al, 2014). Hybas mempunyai 2 jenis biomassa yang tidak sinkron. Pertama, biomassa menggunakan umur lumpur yg pendek berupa flok lumpur aktif. kedua, biomassa dengan umur lumpur yang panjang yg menempel menjadi biofilm pada MBBR carrier. Penelitian yang dilakukan sang Escola Casas et al.(2015) buat menghilangkan senyawa farmasi asal air limbah tempat tinggal sakit mengunakan hybas dengan berbagai carrier menunjukkan bahwa removal efisiensi mampu mencapai 71% seperti ditunjukksn pada. persen removal beberapa senyawa farmasi yg terkandung pada air limbah rumah sakit (Escola Casas et al., 2015). V. MBBR buat mengolah LIMBAH INDUSTRI sesuai karakteristiknya, limbah cair industri lebih kompleks Bila dibandingkan menggunakan air limbah rumah sakit. Limbah cair industri biasanya mempunyai nilai COD serta BOD5 yang lebih akbar Jika dibandingkan dengan air limbah rumah sakit. Bahkan ada air limbah industri yg nilai CODnya lebih asal mg/l. Selain itu, terdapat pula tipe air limbah industri yg kandungan nutriennya sangat tinggi, misalnya industri yang air limbahnya banyak mengandung protein dan asam amino, misalnya air limbah cold storage. Industri tekstil adalah galat satu industri terpenting yang menghasilkan air limbah dengan nilai COD yg tinggi, berwarna serta kandungan senyawa organik yg kompleks. Teknologi pengolahan limbah secara biologis lebih banyak Palembang,

