Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
youtube
instagram
Jurusan Teknik Mesin Terbaik di Sumut
Call Support 0812-6678-9027
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI Medan Estate
  • Home
  • Profil
    • Akreditasi
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • VISI KEILMUAN
  • Akademik
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • JURNAL TEKNIK MESIN
    • JADWAL AKADEMIK
      • JADWAL KULIAH
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • JADWAL KRS
      • JADWAL SEMESTER ANTARA
      • JADWAL UJIAN
        • Jadwal UTS
        • Jadwal UAS
      • JADWAL SEMINAR / SIDANG
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
  • AKTIVITAS PRODI
    • KEGIATAN PRODI
    • PRESTASI PRODI
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • SYARAT DAN KETENTUAN PENERIMA KIP KULIAH
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • BEASISWA YPHAS (Rangking SMA I, II DAN III)
      • Beasiswa YPHAS (Bersaudara Kandung)
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • BLOG MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • E-LEARNING
      • APIK
      • OPAC
      • WEBMAIL
    • PRESTASI MAHASISWA
  • DOSEN
    • PENASEHAT AKADEMIK
    • DOSEN PRODI
    • BLOG DOSEN
    • AKTIVITAS DOSEN
    • PRESTASI DOSEN
    • JURNAL DOSEN
    • AOC
    • E-LEARNING
    • OPAC
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • LAPORAN STUDY
    • DATA ALUMNI
    • LAYANAN ALUMNI
    • AKTIVITAS ALUMNI
  • ARSIP
    • DOKUMEN
    • SK Mahasiswa
    • PENGUMUMAN
    • PRESTASI ALUMNI
  • LABORATORIUM
    • INFO LABORATORIUM
    • APLIKASI LABORATORIUM
  • HUBUNGI KAMI

Mencampur Minyak dan Air

Posted on 06/01/2022 2:04 PM06/01/2022 2:17 PM by
0

Melacak sumber serta akibat polusi minyak pada lingkungan bahari
Setetes demi setetes—begitulah sebagian besar minyak memasuki lautan. Tumpahan bencana menjadi isu utama, tetapi dribble kronis, dribble, dribble input yang sepertinya mungil yg memasok sebagian akbar minyak yg mencemari lautan global.

pada beberapa dekade terakhir, para ilmuwan sudah membentuk kemajuan substansial dalam tahu bagaimana minyak memasuki lautan, apa yg terjadi padanya, serta bagaimana hal itu mensugesti organisme serta ekosistem bahari. Pengetahuan ini telah membentuk peraturan, praktik, dan keputusan yg telah membantu kami mengurangi sumber polusi, mencegah dan menanggapi tumpahan, membersihkan lingkungan yang terkontaminasi, mengeruk pelabuhan dengan bijak, dan menemukan fasilitas penanganan minyak bumi baru.

tetapi melacak sumber, nasib, dan impak minyak di lingkungan laut tetap menjadi tantangan sebab sejumlah alasan. menjadi permulaan, minyak ialah adonan rumit berasal ratusan, terkadang ribuan, bahan kimia. Setiap sumber minyak, serta bahkan jenis minyak umum yg sama (minyak mentah atau minyak bakar, contohnya) bisa mempunyai komposisi yang tidak sinkron tergantung di ladang minyak atau sumur mana mereka asal serta bagaimana mereka disuling.

adonan bahan kimia yang bervariasi dan kompleks ini tumpah atau meresap ke pada sup krim kimia yang sudah kompleks asal air laut, lumpur, dan organisme laut di lautan. pada sana, minyak diaduk sang arus, pasang surut, serta gelombang, diubah sang proses fisik lainnya, dan diubah lebih lanjut sang reaksi kimia dan interaksi menggunakan organisme pada bahari.

pada tengah situasi yg dinamis ini, para ilmuwan berusaha buat membagikan dengan sempurna dampak minyak di aneka macam spesies individu, serta di semua ekosistem. di sini tantangannya tiba bulat penuh, sebab kita kini tahu bahwa dampak minyak dapat sangat bervariasi, tergantung di komposisi kimianya yg khas. tapi ayo kita mulai dari awal.

Bagaimana minyak bisa masuk ke bahari?
Para ilmuwan telah mengetahui Dari tahun 1970-an bahwa kecelakaan hanya menyumbang sebagian kecil berasal minyak yg masuk ke perairan kita. Faktanya, semua jenis tumpahan yang tidak disengaja—asal kapal, fasilitas pantai, jaringan pipa, serta anjungan tanggal pantai—hanya menyumbang 9,8 % dari minyak yang memasuki lingkungan laut setiap tahun, pada semua global antara tahun 1990 serta 1999 (namun hanya tiga sampai 4 % di perairan AS).

Itu tidak berarti kita harus mengabaikan pentingnya tumpahan. Kecelakaan mirip insiden Valdez 1989 pada lepas pantai Alaska atau tumpahan Prestige 2002 di Spanyol dapat berdampak buruk di kehidupan laut dan kemampuan insan buat memakai bahari. akibat tumpahan tergantung pada jenis minyak, jumlah tumpahan, kondisi bahari serta cuaca, dan dinamika wilayah atau ekosistem daerah terjadinya.

Kemajuan dalam pencegahan—melalui undang-undang, aturan, serta pedoman yg lebih ketat, dan peningkatan kewaspadaan sang industri serta regulator—telah mengurangi tumpahan yang tidak disengaja, setidaknya di negara maju. misalnya, studi perihal tumpahan kapal tanker telah mendorong peraturan buat penggantian kapal tanker lambung tunggal yg berkelanjutan di armada dunia menggunakan kapal tanker lambung ganda.

akan tetapi tumpahan hanyalah galat satu cara kecil, meskipun dramatis, supaya minyak bercampur menggunakan air kita. Jadi asal mana sisanya berasal?

• Rembesan: Antara sepertiga dan 1/2 minyak di samudera asal berasal rembesan yg terjadi secara alami. Ini adalah mata air dasar bahari pada mana minyak serta gas alam bocor dan naik dengan kuat asal sedimen bawah laut yg sarat minyak yg sudah terangkat dekat ke bagian atas bumi oleh proses alami.

Jika minyak alami bagi samudera dan Bila itu artinya sumber input terbesar, apa yg diributkan tentang minyak menjadi polutan? Jawabannya terletak di lokasi dan taraf input minyak. Rembesan minyak umumnya berumur tua, kadang-kadang kuno, sehingga tanaman dan binatang laut pada ekosistem ini mempunyai saat ratusan sampai ribuan tahun untuk menyesuaikan serta menyesuaikan diri dengan gambaran bahan kimia minyak bumi. di sisi lain, produksi, transportasi, dan konsumsi minyak sang insan sering menghasilkan input minyak ke lingkungan serta ekosistem yang belum mengalami input eksklusif yang signifikan serta belum diaklimatisasi.

• Ekstraksi: Operasi pengeboran minyak dan platform produksi yg tidak disengaja dan normal menempatkan sebagian minyak ke bahari, termasuk minyak yang tercampur ke pada air asin yang keluar dari reservoir minyak. akan tetapi tumpahan serta limbah ini, serta pelepasan atmosfer asal alat-alat platform, adalah keliru satu sumber minyak terkecil pada laut.

View this post on Instagram

Shared post on Time

BERITA
Rektor UMA Terima Audiensi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Bahas Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Rektor Universitas Medan Area (UMA),...
Rektor UMA Menerima Kunjungan Silaturahmi dari BSI Tbk Iskandar Muda Medan
Rektor Universitas Medan Area (UMA)...
UMA Peringkat #1 PTS Sumatera Utara dalam QS Asia University Rankings 2026
Universitas Medan Area (UMA) kembali...
Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Idul Adha 1447 H
Perayaan Hari Raya Iduladha 1447...
UMA Gelar Kegiatan Menjemput Barokah untuk Sambut Mahasiswa Baru T.A. 2026-2027
Universitas Medan Area (UMA) melalui...

LOKASI FAKULTAS TEKNIK UMA

KAITAN UMA






Kampus I :
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223 
(061) 7360168 (Kampus I)
Call Center : 0811-6103-888
[email protected]

Kampus II :

Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
061 42402994 (Kampus II)
Call Center : 0811-6103-888
[email protected]

Silahkan kunjungi juga website Prodi :

  • Teknik Elektro : Elektro.Uma.Ac.Id
  • Teknik Sipil : Sipil.Uma.Ac.Id
  • Teknik Arsitektur : Arsitektur.Uma.Ac.Id
  • Teknik Industri : Industri.Uma.Ac.Id
  • Teknik Informatika : Informatika.Uma.Ac.Id
Copyright © 2016 - 2026 PDAI - Universitas Medan Area