Pengenalan
Baja tahan karat merupakan paduan yang mengandung besi—zat yang terdiri dari 2 atau lebih unsur kimia—dipergunakan pada banyak sekali software. Ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap noda atau karat karena kandungan kromiumnya, umumnya asal 12 hingga 20 persen paduan. ada lebih asal 57 baja tahan karat yg diakui sebagai paduan standar, selain banyak paduan eksklusif yang diproduksi oleh penghasil baja tahan karat yg berbeda. poly jenis baja ini dipergunakan dalam perangkat lunak dan industri pada jumlah yang hampir tidak terbatas: alat-alat penanganan material curah, eksterior bangunan dan atap, komponen kendaraan beroda empat (knalpot, trim/dekoratif, mesin, sasis, pengencang, pipa buat saluran bahan bakar), pemrosesan kimia pabrik (scrubber dan penukar panas), manufaktur pulp serta kertas, penyulingan minyak bumi, pipa pasokan air, produk konsumen, kelautan dan pembuatan kapal, pengendalian polusi, barang olahraga (ski salju), dan transportasi (kereta barah), buat mengungkapkan beberapa saja.
lebih kurang 200.000 ton baja tahan karat yg mengandung nikel digunakan setiap tahun oleh industri pengolahan makanan di Amerika Utara. Ini digunakan pada banyak sekali alat-alat penanganan, penyimpanan, mengolah, dan penyajian kuliner—dari awal proses pengumpulan makanan sampai akhir. Minuman seperti susu, anggur, arak, minuman ringan dan juz butir diproses pada peralatan stainless steel. Stainless steel jua digunakan pada kompor komersial, pasteurizer, tempat sampah transfer, dan peralatan spesifik lainnya. keuntungannya termasuk pembersihan yg praktis, ketahanan korosi yg baik, daya tahan, ekonomi, perlindungan rasa kuliner, serta desain sanitasi. menurut Departemen Perdagangan Alaihi Salam, pengiriman seluruh baja tahan karat di tahun 1992 berjumlah 1.514.222 ton.
Baja tahan zat oksidasi datang dalam beberapa jenis tergantung di struktur mikronya. Baja tahan karat austenitik mengandung setidaknya 6 persen nikel serta austenit—besi yg mengandung karbon dengan struktur kubik berpusat pada muka—serta memiliki ketahanan korosi yg baik serta keuletan yg tinggi (kemampuan material buat menekuk tanpa putus). Baja tahan zat oksidasi feritik (ferit memiliki struktur kubik pusat tubuh) memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap korosi tegangan daripada austenitik, tetapi sulit buat dilas. Baja tahan zat oksidasi martensit mengandung besi yg memiliki struktur seperti jarum.
Baja tahan zat oksidasi dupleks, yg umumnya mengandung jumlah ferit dan austenit yg sama, menyampaikan ketahanan yang lebih baik terhadap korosi lubang serta celah di sebagian besar lingkungan. Mereka juga memiliki ketahanan yang unggul terhadap retak sebab korosi tegangan klorida, serta mereka kurang lebih 2 kali lebih kuat dari austenitik awam. oleh sebab itu, baja tahan zat oksidasi dupleks banyak digunakan pada industri kimia pada kilang, pabrik pemrosesan gas, pabrik pulp dan kertas, dan instalasi perpipaan air laut.
Perawatan panas
3 sehabis baja tahan zat oksidasi terbentuk, sebagian besar jenis harus melalui langkah anil. Annealing artinya perlakuan panas di mana baja dipanaskan serta didinginkan pada bawah kondisi yang terkendali buat menghilangkan tekanan internal serta melunakkan logam. Beberapa baja diberi perlakuan panas buat kekuatan yg lebih tinggi. tetapi, perlakuan panas mirip itu—juga dikenal menjadi pengerasan usia—memerlukan kontrol yang cermat, sebab bahkan perubahan kecil berasal suhu, waktu, atau laju pendinginan yg disarankan bisa sangat menghipnotis sifat. Temperatur penuaan yang lebih rendah membentuk kekuatan tinggi dengan ketangguhan patah yang rendah, ad interim penuaan suhu yang lebih tinggi membentuk kekuatan yg lebih rendah, material yg lebih keras.
Meskipun taraf pemanasan buat mencapai suhu penuaan (900 sampai 1000 derajat Fahrenheit atau 482 hingga 537 derajat Celcius) tidak mempengaruhi sifat, taraf pendinginan tidak. Perawatan pendinginan pasca-penuaan (pendinginan cepat) bisa mempertinggi ketangguhan tanpa kehilangan kekuatan yg signifikan. keliru satu proses tersebut melibatkan pendinginan air bahan dalam penangas air es 35 derajat Fahrenheit (1,6 derajat Celcius) selama minimal 2 jam.
Jenis perlakuan panas tergantung pada jenis baja; menggunakan istilah lain, apakah itu austenitik, feritik, atau martensit. Baja austenitik dipanaskan sampai di atas 1900 derajat Fahrenheit (1037 derajat Celcius) buat beberapa ketika tergantung di ketebalannya. Pendinginan air digunakan buat bagian yg tebal, sedangkan pendinginan udara atau peledakan udara dipergunakan untuk bagian yg tipis. Bila didinginkan terlalu lambat, presipitasi karbida dapat terjadi. Penumpukan ini bisa dihilangkan menggunakan stabilisasi termal. pada metode ini, baja ditahan selama beberapa jam pada 1500 hingga 1600 derajat Fahrenheit (815 hingga 871 derajat Celcius). Membersihkan bagian bagian atas asal kontaminan sebelum perlakuan panas terkadang pula diharapkan buat mencapai perlakuan panas yg tepat.

