Sistem penyimpanan yg efektif sudah dikembangkan dengan cakupan adaptasi yang luas tergantung di fasilitas yg tersedia. Faktor adaptasi meliputi jenis, variasi, dan jumlah produk yg akan disimpan serta ditangani, lama penyimpanan, penggunaan akhir produk, dan jenis pemasaran. tetapi, sebelum mempertimbangkan sistem penyimpanan, beberapa aspek perlu dipertimbangkan. Aspek-aspek ini menentukan kelayakan ekonomi penyimpanan serta planning usaha. Perlu diperhatikan bahwa tidak seluruh produk segar responsif terhadap penyimpanan segera. Beberapa produk memerlukan beberapa perawatan pascapanen pra-penyimpanan mirip curing dan waxing. di antara faktor-faktor yang wajib dipertimbangkan sebelum menentukan sistem penyimpanan eksklusif artinya suhu lingkungan toko, syarat produk sebelum pindah ke toko, jam kerja reguler serta keputusan produk mana yang akan disimpan, apakah dipotong. bunga, butir-buahan, sayuran atau produk campuran (Elansari et al. 2019). Fitur awam asal cold store meliputi kapasitas total, jumlah dan berukuran ruangan, sistem pendingin, penyimpanan, serta alat-alat penanganan serta fasilitas akses. Posisi cukup berasal bagian yg tidak sama akan mengkondisikan sistem pendingin yg dipilih. Lokasi kamar dingin harus diputuskan selesainya ukurannya diketahui, namun menjadi aturan awam, mereka harus berada pada bawah naungan sinar mentari langsung. Area tanah harus relatif akbar buat toko, lampirannya dan area buat lalu lintas, parkir serta kemungkinan ekspansi di masa depan. Sebuah luas tanah sekitar enam hingga sepuluh kali luas permukaan tertutup akan relatif. terdapat kecenderungan awam buat membentuk toko dingin satu lantai, meskipun permukaannya relatif tinggi, sebab rasio volume menghipnotis kehilangan panas. Satu lantai mempunyai poly laba, diantaranya konstruksi yg lebih ringan, bentang, serta tinggi pilar bisa ditingkatkan, bangunan di atas tanah menggunakan ketahanan yang lebih rendah dimungkinkan, serta transportasi mekanis internal lebih mudah (Rahman et al. 2017). Perancangan fasilitas penyimpanan merupakan buat memaksimalkan penggunaan ruang, meminimalkan jarak konvoi, memfasilitasi lokasi yang akurat serta pengambilan stok serta untuk menjaga kualitas bahan dan wadahnya (Moran 2017). Toko dingin harus dirancang buat aneka macam jenis dan variasi produk. Mereka juga dapat dibuat dengan beberapa ruangan bervolume mungil daripada yg bervolume besar untuk memfasilitasi akomodasi petani kecil. Ruang bervolume mungil lebih baik untuk penyimpanan produk segar karena banyak sekali produk segar memerlukan kombinasi suhu serta kelembaban cukup (RH) tertentu, beberapa produk tak sinkron menggunakan persyaratan suhunya, RH dan faktor lain juga memerlukan ruang penyimpanan yg mudah rusak secara teratur sanitasi (Elansari et al. 2019).

