Materi dan praktek yg perlu kita perhatikan semenjak dini Susu serta produk susu : Susu dan ghee sudah digunakan selama berabad-abad. Bahkan buttermilk merupakan ditemukan berguna. kurang lebih 40% dari total asam amino pada susu merupakan glutamat, leusin, serta prolin. Susu merupakan dilaporkan mengandung promotor pertumbuhan tanaman. Sebuah laporan d5802fc83178aeffd28601e47ccd1f2a mengklaim bahwa semprotan susu diinduksi resistensi yang didapat secara sistemik pada cabai terhadap keriting daun, penyakit virus. Susu (10% berair suspensi) pula sudah efektif digunakan buat mengendalikan embun tepung. Selain itu, susu mempunyai sifat penyebar stiker yang sangat baik. Asam amino prolin telah ditemukan secara sistemik menginduksi resistensi di tanaman. dia merangsang produksi fenolat antimikroba. Peningkatan jumlah prolin endogen yang tinggi kandungan sitokinin serta auksin. Selain susu, prolin hadir pada jaringan ikat binatang termasuk ikan. aplikasi kotoran sapi : Penggunaan kotoran sapi buat dressing benih, plesteran ujung yg dipotong Unit perbanyakan secara vegetatif mirip tumbuhan tebu, pembalut luka, taburan encer suspensi pada tumbuhan, dan diterapkan di tanah telah ditunjukkan sejak zaman Kautilya (c.300 SM). Petani India terus menggunakan kotoran sapi menggunakan berbagai cara, namun para ilmuwan pertanian sudah mengabaikan penggunaannya buat tujuan lain kecuali pupuk sangkar. Secara singkat kotoran sapi berasal sangkar artinya adonan kotoran dan urin, umumnya pada perbandingan tiga:1. Kotoran sapi terdiri asal serat kasar, protein kasar, serta bahan yang dapat diperoleh pada ekstrak bebas nitrogen dan ekstrak eter. Selulosa beserta menggunakan lignin menghasilkan sebagian besar berasal serat kasar; hemiselulosa serta pentosan (polisakarida berdasarkan gula pentosa) juga hadir. Mikronutrien juga hadir pada kotoran sapi. Bagian urin dari kotoran sapi mengandung nitrogen, kalium, serta belerang serta hanya sedikit fosfor. yang bernitrogen senyawa yg diekskresikan dalam tinja terdiri dari nitrogen kuliner yg tidak tercerna atau tidak diserap dan sebagian fraksi lain yang disebut nitrogen metabolik. Fraksi metabolik terdiri asal zat dari asal dalam tubuh seperti sisa empedu dan cairan pencernaan lainnya, sel epitel berasal saluran pencernaan, dan sisa bakteri. Singkatnya, sisa tinja terdiri asal: serat yang tidak tercerna, puing-puing berasal epitel usus yang terkelupas, beberapa produk yang diekskresikan berasal berasal empedu (misalnya pigmen), bakteri usus, serta lendir. ada lebih dari 60 spesies bakteri serta lebih dari 100 spesies protozoa ditemukan pada rumen sapi. Sebagian akbar asal bakteri ialah fermentor selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Komponen empedu artinya garam empedu, asam empedu, dan pigmen empedu. Garam empedu memberikan lapisan hidrofilik ke hidrofobik lainnya tetesan, sebagai akibatnya bertindak menjadi agen emulsifier. Seharusnya tidak ada garam empedu di pada kotoran sebab ini diserap pulang melalui usus dan dimasukkan balik ke dalam empedu. tetapi, di setiap daur tersebut (sirkulasi enterohepatik) yang melibatkan garam empedu, sebagian kecil hilang melalui degradasi bakteri pada tinja menjadi dislisin yang merupakan bahan berlendir. Garam empedu mempunyai sifat antiseptik. 2 pigmen empedu utama adalah bilirubin (kemerahan / kuning keemasan) dan biliverdin (hijau). Ini adalah biliverdin (C33H36N4O8) yang terutama ada pada herbivora hewan serta memberi rona kehijauan di kotoran

