Tabel 1 menyatakan bahwa pH air di saluran masuk mempunyai nilai homogen-rata 6,54 serta di outlet memiliki nilai rata-homogen 6,9. Gambar dua memberikan bahwa pH outlet lebih tinggi daripada pH masuk. PH kurang asal 7 berarti lingkungan yg asam. Bila pH air pada suasana asam, itu akan mengakibatkan proses korosif yg menyebabkan pelarutan besi serta logam lainnya dalam air. sebagai akibatnya pada keadaan pH asam, kadar besi dalam air cenderung tinggi. 8 Jenis pemrosesan di Minum Instalasi Pengolahan Air pada Desa Aglik merupakan jenis filtrasi dengan pasir silika dan split kerikil dan sedimentasi. sehingga tipe ini pengolahan dapat digunakan untuk mengurangi zat besi level.14 hasil yg ditunjukkan di Gambar dua menunjukkan penurunan kadar zat besi sebagai akibatnya kandungan besi di outlet air lebih rendah dari air masuk. Mengurangi kandungan zat besi di outlet air menyebabkan air menjadi lebih basa. sehingga pH dalam air keluar meningkat atau lebih tinggi dari yg dari air masuk. Semakin rendah pH air, semakin tinggi tingkat zat besi, yg menghasilkan lebih banyak beban pada filtrasi bekerja sehingga tingkat efektivitas dalam penurunan kadar zat besi semakin rendah. akibat penelitian ini pada sejalan dengan penelitian Mashadi pada tahun 2018 tentang perbaikan pH, Fe, dan Kualitas Kekeruhan Air Sumur Gali menggunakan Metode Filtrasi, membagikan bahwa variasi ketebalan filter berpengaruh pada peningkatan pH serta penurunan Fe. Variasi ketebalan pasir 20cm, karbon aktif 40cm, zeolit 30cm ialah variasi dengan ketebalan terbesar yang dimiliki paling berpengaruh.15 dalam studi lain dilakukan oleh Mahyudin di tahun 2016 perihal Analisis Kualitas Air menggunakan Penyaringan memakai Pasir Silika menjadi Media, it dinyatakan bahwa ketebalan silika saringan pasir yg diuji efektif pada mengurangi Kandungan Fe, kandungan lumpur tersuspensi serta mempertinggi pH. Variasi ketebalan pasir silika yg dipergunakan merupakan 20 centimeter, 40cm dan 60cm. Ketebalan pasir 60 cm menyampaikan akibat terbaik menggunakan peningkatan pH dari 6,lima menjadi 7,2,16. di keduanya penelitian, hasilnya sama, yaitu semakin tebal bahan filtrasi, semakin baik akibat sebagai akibatnya semakin rendah kandungan besi, pH jua semakin tinggi. Meskipun terdapat terjadi penurunan kadar zat besi di outlet, Gambar dua pula membagikan kecenderungan air pH, terutama pH air baku, menurun berasal waktu ke waktu, ialah semakin asam serta kandungan besi yg lebih tinggi. Melihat akibat penelitian sebelumnya bahwa variasi dengan filtrasi karbon aktif dan lebih tebal bahan filtrasi akan memberikan yang lebih baik menghasilkan peningkatan pH dan penurunan kadar zat besi. Ini berarti bahwa ini karena Instalasi Pengolahan Air Minum di Desa Aglik belum menggunakan karbon aktif serta ketebalan pasir silika masih tidak tebal. meningkat kandungan zat besinya jua berkaitan erat dengan ekspresi dominan. Makin menuju zenit ekspresi dominan kering zat dalam air tanah lebih banyak secara umum dikuasai karena tidak terdapat pengenceran sang air hujan sebagai akibatnya konsentrasi zat yang terdapat pada air mirip besi sebagai tinggi. Derajat keasaman atau kebasaan air yang baik adalah 7 atau mendekati 7. Bila pH airnya terlalu rendah berasal 7, perlu buat melakukan proses buat meningkatkan pH sebagai akibatnya pH sebagai lebih dekat ketujuh atau netral. Selain menambahkan diaktifkan karbon dan menaikkan ketebalan pasir silika dalam penyaringan, upaya lain buat mempertinggi pH artinya menggunakan pra-pemrosesan mentah air (inlet) sebelum proses filtrasi, yaitu Proses Aerasi. aerasi proses ialah proses penambahan oksigen ke air dengan membawa air ke dalam hubungan menggunakan udara. Proses aerasi mampu pada bentuk Tray Aerator, aerator gelembung atau aerator kaskade.

