Pengolahan limbah make-up dan air boiler yg tepat dibutuhkan buat mencegah kerak, atau endapan lain, serta korosi di pada boiler. tidak adanya perawatan eksternal dan internal yg memadai dapat menyebabkan gangguan operasional atau kegagalan total boiler. Bila pilihan tersedia, perlakuan awal pada luar boiler selalu lebih disukai dan lebih dapat mengemban amanah daripada perawatan pada pada boiler.
Dapatkan, dan ikuti, instruksi buat pengolahan air umpan, yang disiapkan sang ahli kimia air umpan yg kompeten. Jangan bereksperimen menggunakan metode atau senyawa perawatan buatan sendiri.
pH
Nilai pH air boiler merupakan angka antara nol dan empat belas. Nilai pada bawah tujuh bersifat asam, tujuh bersifat netral, serta nilai pada atas tujuh bersifat basa.
Faktor pH adalah faktor terpenting yg mempengaruhi pembentukan kerak dan kecenderungan korosif air boiler. PH harus dijaga antara minimum 10,5 serta maksimum 11,0 buat mencegah korosi asam di tabung dan pelat ketel, serta buat menyediakan pengendapan garam pembentuk kerak sebelum kerak diendapkan.
pada bawah pH lima,0 air relatif asam buat melarutkan pelat baja boiler. pada bawah syarat ini baja secara bertahap menjadi lebih tipis dan lebih tipis hingga kehancurannya. pada pH antara 5 serta 9,4 lubang pelat cangkang akan terjadi di tingkat yg tergantung pada jumlah oksigen terlarut dalam boiler.
Oksigen terlarut
Oksigen terlarut ditimbulkan sang kelarutan oksigen atmosfer pada air suplai. Aerasi pasokan air kota tak jarang digunakan buat menghilangkan gas berbahaya lainnya. Aerasi yang efisien membuat saturasi air menggunakan oksigen.
mayoritas problem korosi berhubungan pribadi dengan jumlah oksigen terlarut pada air boiler. Penghapusan pengaruh korosif oksigen terlarut dapat dilakukan baik secara eksklusif maupun kimiawi.
Penghilangan oksigen terlarut secara eksklusif atau mekanis dilakukan melalui penggunaan deaerator atau menggunakan memanaskan air sampai suhu pada atas 180 derajat F. Pemanasan air dapat dilakukan dengan pemanas awal atau tabung semburan yg dipasang pada sistem pengembalian.
Deaerasi kimia dilakukan melalui sosialisasi bahan kimia eksklusif dalam boiler buat bereaksi menggunakan oksigen. Kandungan oksigen terlarut harus dijaga seminimal mungkin tetapi tidak boleh melebihi 0,007 mg/l.
Sulfit
Natrium sulfit umumnya dipergunakan buat menghilangkan oksigen terlarut secara kimiawi di pada air boiler. buat memastikan pembuangan oksigen yg masuk ke sistem air umpan boiler menggunakan cepat serta lengkap, konsentrasi sulfit dalam boiler harus dipertahankan minimal 20 PPM (parts per million).
padatan
Padatan bisa dibagi menjadi dua kategori: padatan tersuspensi dan padatan terlarut. Padatan tersuspensi artinya mereka yg bisa dihilangkan menggunakan penyaringan ad interim padatan terlarut berada pada larutan menggunakan air. Pengujian terbaik buat penentuan kandungan padatan air boiler ialah melalui uji konduktansi.
Nilai konduktansi air boiler bervariasi dari aneka macam garam terionisasi yang ada. Konduktansi dapat digunakan buat mengukur total padatan terlarut dalam air boiler dan berfungsi menjadi cara yang akurat buat mengontrol padatan melalui penggunaan blowdown.
Tes lain yang kadang-kadang dipergunakan menjadi pengukur padatan adalah mengukur klorida yg terdapat dalam air ketel. Rasio klorida dalam air boiler dengan air umpan dapat digunakan menjadi wahana buat memilih jumlah blowdown yang diharapkan. Uji klorida tidak cocok buat air umpan dengan konsentrasi masuk yg rendah dan konsentrasi pada air umpan wajib dirata-ratakan asal saat ke ketika buat akurasi.
Padatan boiler yg tinggi akan mengakibatkan pembusaan, priming, surging dan carry over. masalah-dilema ini bisa diatasi menggunakan blowdown boiler harian yg tepat.
alkalinitas
Alkalinitas air ketel wajib cukup tinggi buat melindungi cangkang dan pelat berasal korosi asam, tetapi tidak cukup tinggi buat membuat residu. Nilai minimum alkalinitas buat perlindungan yg memadai merupakan 200 PPM.
Alkalinitas boiler yg tinggi, yang melebihi 700 PPM, wajib dihindari. Nilai yg lebih tinggi dari ini bisa mengakibatkan penggetasan baja.
Fosfat
Fosfat dipergunakan untuk bereaksi menggunakan kesadahan kalsium pada air boiler. agar reaksi ini berlangsung, penting buat menjaga pH di nilai minimum 9,50. Diinginkan untuk menjaga konsentrasi fosfat pada dalam air sampai 30 – 50 PPM agar reaksi sempurna dari fosfat menggunakan kesadahan kalsium yg memasuki ketel melalui air umpan.
Kekerasan
Kesadahan air ditimbulkan oleh ion kalsium serta magnesium yg akan sangat bervariasi di semua negeri tergantung pada sumber airnya.
dalam boiler, kesadahan air bisa mengakibatkan pembentukan kerak serta lumpur atau lumpur. Kekerasan harus dihilangkan pada air rias ke sistem pengembalian. Kekerasan total tidak boleh melebihi 50 PPM.
Minyak
Segala upaya harus dilakukan buat mencegah minyak masuk ke dalam air ketel. Penyebab minyak berbusa, atau bergabung dengan padatan tersuspensi buat membentuk lumpur yang dapat menyebabkan pelat boiler sebagai terlalu panas. Bila oli masuk ke boiler, boiler harus segera dimatikan dan dibersihkan secara menyeluruh.

