Tambang permukaan (kadang disebut tambang strip) adalah sumber asal sekitar 64% batubara yang ditambang di Amerika perkumpulan pada tahun 2020. Operasi penambangan ini menghilangkan tanah dan batuan di atas endapan atau lapisan batubara. Tambang bagian atas terbesar pada Amerika serikat berada di Wyoming’s Powder River Basin, pada mana deposit batu bara dekat dengan bagian atas serta setebal 70 kaki.
Penghapusan puncak gunung serta penambangan pengisi lembah telah mensugesti area yang luas di Pegunungan Appalachian pada Virginia Barat dan Kentucky. pada bentuk ekstraksi batu bara ini, zenit gunung dihilangkan dengan memakai bahan peledak. Teknik ini mengganti lanskap, serta aliran sungai terkadang tertutup batu dan tanah. Air yg mengalir berasal lembah yg terisi ini mungkin mengandung polutan yang dapat membahayakan satwa air di hilir. Meskipun penambangan pada puncak gunung sudah terdapat Dari tahun 1970-an, penggunaannya sebagai lebih luas dan kontroversial mulai tahun 1990-an.
Undang-undang A.S. mensyaratkan bahwa limpasan debu serta air asal area yg terkena akibat operasi penambangan batubara wajib dikendalikan, serta area tadi wajib direklamasi mendekati kondisi aslinya. Tambang bawah tanah umumnya mempengaruhi lanskap kurang asal tambang bagian atas. namun, tanah di atas terowongan tambang dapat runtuh, dan air asam bisa mengalir berasal tambang bawah tanah yg ditinggalkan.
Gas metana yg terjadi di deposit batubara dapat meledak Jika terkonsentrasi pada tambang bawah tanah. Metana lapisan batubara ini harus dikeluarkan asal tambang buat menghasilkan tambang menjadi daerah yg lebih safety buat bekerja. di tahun 2019, emisi metana dari penambangan batu bara serta tambang batu bara yg ditinggalkan menyumbang sekitar 8% asal total emisi metana AS dan kurang lebih 1% dari total emisi gas tempat tinggal kaca Alaihi Salam (sesuai potensi pemanasan dunia). Beberapa tambang menangkap dan menggunakan atau menjual metana lapisan batubara yang diekstraksi dari tambang.
Emisi asal pembakaran batu bara
Beberapa emisi primer didapatkan berasal pembakaran batubara:
Sulfur dioksida (SO2), yg berkontribusi terhadap hujan asam dan penyakit pernapasan
Nitrogen oksida (NOx), yg berkontribusi terhadap kabut asap dan penyakit pernapasan
Partikulat, yang berkontribusi terhadap kabut asap, kabut asap, dan penyakit pernapasan dan penyakit paru-paru
Karbon dioksida (CO2), yang adalah gas tempat tinggal kaca utama yang didapatkan asal pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam)
Merkuri serta logam berat lainnya, yang sudah dikaitkan dengan kerusakan saraf dan perkembangan di insan serta binatang lainnya
Fly ash serta bottom ash, yang ialah residu yg dihasilkan ketika pembangkit listrik membakar batu bara
di masa kemudian, fly ash dilepaskan ke udara melalui cerobong asap, tetapi undang-undang kini mengharuskan sebagian akbar emisi fly ash ditangkap oleh perangkat pengontrol polusi. di Amerika perkumpulan, fly ash serta bottom ash biasanya disimpan pada dekat pembangkit listrik atau ditempatkan di tempat pembuangan sampah. pencucian polusi berasal penyimpanan abu batubara dan daerah pembuangan sampah ke air tanah serta beberapa penampung akbar abu batubara yg pecah adalah persoalan lingkungan.
Mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan batubara
Clean Air Act serta Clean Water Act mewajibkan industri buat mengurangi polutan yg dilepaskan ke udara dan air.
Industri batubara telah menemukan beberapa cara buat mengurangi belerang serta kotoran lainnya asal batubara. Industri ini jua sudah menemukan cara yang lebih efektif untuk membersihkan batubara sesudah ditambang, dan beberapa konsumen batubara memakai batubara belerang rendah.
Pembangkit listrik memakai peralatan desulfurisasi gas buang, pula dikenal menjadi scrubber, buat membersihkan belerang dari asap sebelum meninggalkan cerobong asapnya. Selain itu, industri batu bara dan pemerintah Alaihi Salam sudah bekerja sama buat mengembangkan teknologi yang bisa menghilangkan kotoran dari batu bara atau yang dapat membuat batu bara lebih ekonomis tenaga, yang mengurangi jumlah batu bara yg dibakar per unit energi bermanfaat yang didapatkan.
peralatan yg ditujukan terutama buat mereduksi SO2, NOx, dan partikulat juga bisa dipergunakan buat mengurangi emisi merkuri dari beberapa jenis batubara. Para ilmuwan pula sedang mengerjakan cara-cara baru buat mengurangi emisi merkuri dari pembangkit listrik energi batu bara.
Penelitian sedang dilakukan buat mengatasi emisi CO2 asal pembakaran batu bara. galat satu metodenya adalah penangkapan karbon, yg memisahkan CO2 dari asal emisi serta memulihkannya pada peredaran yg terkonsentrasi. CO2 kemudian bisa disuntikkan di bawah tanah buat penyimpanan permanen, atau sekuestrasi.
Penggunaan pulang dan daur ulang juga bisa mengurangi dampak lingkungan asal produksi dan penggunaan batubara. huma yg sebelumnya dipergunakan buat penambangan batu bara dapat direklamasi serta digunakan buat bandara, tempat pembuangan sampah, dan lapangan golf. Produk limbah yang ditangkap sang scrubber dapat digunakan buat menghasilkan produk seperti semen serta gypsum sintetis buat papan dinding.

