Beberapa teknologi pendinginan yang ada pada beberapa tahun terakhir, penelitian pada dan luar negeri perihal teknologi pendinginan lokomotif diesel sudah mengalami kemajuan besar serta mencapai hasil yg luar biasa, mirip teknologi pendingin radiator saluran ganda, sistem pendingin radiator kemarau serta pendinginan suhu tinggi . Beberapa teknik pendinginan tercantum pada bawah ini: Teknologi pendinginan konvensional pada desain sistem pendingin lokomotif, buat menjaga laju aliran air pendingin melalui radiator pada kisaran yang lumrah, radiator seluruh lokomotif umumnya dibagi berdasarkan lokomotif yg tidak selaras. sirkuit air pendingin, peredaran serta pipa perantara dalam sambungan seri atau paralel, sistem pendingin lokomotif dibagi menjadi beberapa proses air. dengan peningkatan daya diesel yg terus menerus dan peningkatan jumlah perangkat pendingin, jumlah proses sistem pendingin meningkat, terutama di sistem air pendingin suhu rendah. buat lokomotif DF4D dan DFll misalnya, sistem pendingin ke 2 lokomotif ini memakai empat proses air. Peningkatan jumlah proses sistem pendingin mengakibatkan peningkatan yang signifikan pada ketahanan air berasal sistem pendingin lokomotif dan tekanan sistem air. Peningkatan tekanan outlet pompa tak hanya menaikkan konsumsi daya tambahan berasal pompa lokomotif, tetapi pula mengurangi keandalan bagian kerja sistem pendingin. Selain itu, dengan bertambahnya jumlah proses, suhu air melalui radiator akan lebih rendah serta lebih rendah, disparitas suhu antara air pendingin dan udara pendingin menjadi lebih kecil dan lebih mungil, sebagai akibatnya panas yg dimuntahkan oleh radiator secara bertahap berkurang. , dan efisiensi pendinginan secara sedikit demi sedikit berkurang. Hal ini membuat desain perangkat pendingin lokomotif lebih sulit.Teknologi pendinginan dua saluran Teknologi pendinginan saluran ganda, yg disebut radiator saluran ganda, dipasang di radiator dengan dua ruang air yang cukup independen, yaitu rendah -suhu air serta ruang air suhu tinggi. Ruang air suhu rendah diatur pada sisi angin, serta ruang air suhu tinggi diatur pada sisi bawah angin. Air pendingin suhu rendah dan air pendingin suhu tinggi didinginkan sang udara pendingin yang sama. menurut mekanisme perpindahan panas radiator, pembuangan panas radiator Q dipengaruhi sang koefisien perpindahan panas K, area pendinginan F dan perbedaan suhu homogen-homogen t berasal dua uida,Q = K · F · tMeningkatkan pembuangan panas Q bisa menaikkan koefisien perpindahan panas K, meningkatkan luas disipasi panas F dan menaikkan perbedaan suhu homogen-rata logaritmik t. merogoh langkah-langkah efektif untuk secara signifikan meningkatkan faktor pembuangan panas di sisi udara dari unit pendingin adalah kunci untuk menaikkan koefisien perpindahan panas radiator. pada taraf penelitian sirip termal saat ini, sisi udara dari koefisien divestasi panas sudah mencapai tingkat yg tinggi. menaikkan area pendinginan F akan menaikkan jeda sirip dan kedalaman sirip, tetapi jarak sirip dan kedalaman sirip mempunyai rentang perangkat lunak terbaik, tidak bisa dikurangi atau ditingkatkan secara sewenang-wenang. Adapun peningkatan jumlah heat sink, namun pula oleh berukuran struktur lokomotif dan batas berat. dalam hal sistem pendingin lokomotif diesel, suhu air sistem suhu tinggi dan rendah serta suhu udara luar ditentukan sang kondisi kerja mesin diesel dan lokomotif. Jadi air pendingin radiator dan disparitas suhu logaritmik t intinya dipengaruhi. menggunakan bertambahnya kedalaman radiator, semakin ke radiator di samping, perbedaan suhu air pendingin dan udara pendingin semakin mungil, semakin akbar udara pendingin melalui radiator, semakin akbar perpindahan panasnya. karena radiator saluran ganda akan ditempatkan di air bersuhu tinggi di sisi bawah angin, yg secara efektif mempertinggi disparitas suhu air pendingin radiator serta suhu udara pendingin antara radiator buat meningkatkan perpindahan panas, sehingga kapasitas pendinginan radiator radiator harus mencukupi Penggunaan yg ialah dual-channel radiator buat meningkatkan kapasitas pendinginan mekanisme

