Baterai ialah asal motif pada kendaraan listrik. Perancangan baterai ialah salah satu bagian krusial pada Perancangan EV serta perhitungan baterai tergantung pada beberapa faktor. umumnya kisaran tunggangan serta spesifikasi Motor secara pribadi menghipnotis kapasitas baterai.
pada artikel ini Anda bisa menerima pandangan baru perihal cara Merancang/Menghitung baterai buat EV sesuai kebutuhan jangkauan Anda. Sebelum merancang baterai, yuk kita lihat parameter dasar baterai.
Tegangan sel – disparitas potensial antara terminal sel. Hal ini dibedakan sebagai tegangan Max, tegangan Min dan tegangan Nominal. umumnya tegangan nominal diambil buat perhitungan dan desain karena berada pada kisaran tengah antara tegangan maksimum dan minimum.
Peringkat jam amp – Peringkat jam amp sel/baterai artinya berapa banyak arus listrik yang bisa disediakan oleh baterai/sel buat sempurna satu jam. Peringkat C memberi memahami Anda berapa jam amp yg bisa disediakan baterai/sel buat periode saat yg sangat spesifik.
taraf C – taraf Pengisian dan Pengosongan sel/baterai. biasanya itu adalah peringkat kapasitas baterai. Bila baterai 100 Ah mempunyai kecepatan c 1C, adalah baterai yg terisi penuh dengan nilai 100 Ah wajib menyediakan 100 A selama satu jam. Pengosongan baterai yg sama di 2C, membentuk 200 A selama 30 mnt.
yuk kita pertimbangkan, kita memakai motor BLDC, ia menarik jumlah arus yg berbeda berasal baterai tergantung di kecepatannya. Faktor-faktor yg perlu kita pertimbangkan saat merancang paket baterai merupakan: –
Daya dan tegangan motor.
Berat kotor kendaraan. (dipergunakan pada pemilihan Motor)
Kecepatan tertinggi.
Kisaran yg diharapkan.
pada sini kami mencoba mencari kapasitas baterai kendaraan menggunakan berat kotor 250 Kilo Gram. serta kami memakai Motor BLDC 60 V 1000 W(Rated) buat menggerakkan tunggangan. Kami telah merogoh motor ini buat memberikan contoh bagaimana menghitung kapasitas baterai. Pemilihan motor yang sempurna hanya bisa dilakukan sesudah mempertimbangkan parameter seperti Berat kotor tunggangan, Top speed, Drag force, Rolling resistance, Grade, percepatan yang dibutuhkan serta parameter Regeneratif.
setelah menentukan motor, kita perlu menetapkan kisaran tunggangan, dan di sini kita merancang paket baterai buat jeda 200 KM.
Kecepatan maksimum yg kami tuju merupakan 50 kmph serta arus yg ditarik oleh motor pada kecepatan ini dihitung pada bawah ini.
menggunakan persamaan V*AH/1000 = Kapasitas motor( dalam KW) , disini Tegangan motor merupakan 60 V, Kapasitas motor adalah 1 KW(1000W). Jadi menggunakan menyamakan nilai-nilai ini, kita mendapatkan 60*AH/1000=1. asal sini kita menerima AH merupakan 16.6 Amp.
selesainya menemukan arus yang ditarik sang motor, kita perlu mempertimbangkan arus percepatan. sementara motor yg berakselerasi menarik lebih poly arus dan pada deselerasi menarik lebih sedikit. Jadi dalam syarat ini beberapa kerugian arus akan terdapat dan kami mengambil kerugian itu sebagai arus akselerasi. di sini kami ambil lima% (Anda bisa mengambil kisaran lima-10% Jika kendaraan Anda berjalan di kemudian lintas padat / atau kecepatan kendaraan bervariasi terus menerus) .
Jadi menggunakan mempertimbangkan arus akselerasi, arus efektif yg ditarik sang motor adalah :- 16,6*1,05(5%) = 17,43 kira-kira 17,5 amp. (dalam tes simpel, arus yang ditarik akan sedikit tidak sama tetapi secara holistik akan sama)
Maka kita memahami Daya = V*I. Daya yg dibutuhkan di kecepatan 50 km/jam artinya 60*17,5 = 1050 Watt.
setelah menemukan Daya, pada sini kami merancang paket baterai untuk jangkauan 200 km dan buat itu kami perlu mempertimbangkan faktor bepergian.
Faktor perjalanan = jarak total (bepergian)/ kecepatan total.
Jangkauan total kami ialah 200 KM dan kecepatan Total adalah 50 km/jam seperti yang disebutkan di atas.
Jadi di sini Faktor perjalanan akan menjadi 200/50 = 4. Faktor perjalanan ini adalah buat menempuh jeda 200 km dengan kecepatan 50 km/jam secara konstan. Jadi Daya yg diharapkan buat itu ialah Daya* Faktor bepergian yaitu; 1050*4 = 4200 Watt.
Jadi Total daya yg dibutuhkan merupakan 4,dua Kw.
Maka kita perlu mempertimbangkan Efisiensi baterai. Baterai Li-ion yg kami beli dari pasar umumnya memiliki efisiensi pengisian serta pengosongan lebih kurang 85% – 93%. Mempertimbangkan masalah terburuk, ayo kita ambil efisiensi paket baterai Li-ion menjadi 85%.
Jadi, efisiensi Charge/Discharge baterai = 85%
Daya Total = 4,2 Kw
Jadi Kapasitas Baterai yg diperlukan = 4,2/0,85 = 4,94 kWh.
Akhirnya kita perlu mempertimbangkan Efisiensi Motor BLDC dan umumnya lebih kurang 85 – 90%. di sini kami menduga BLDC Motor adalah 85% efisien. Jadi Total Kapasitas Baterai yang dibutuhkan ialah 4,94/0,85 = lima,81 kWh.
di gambar bulat kita dapat menyimpulkan bahwa total kapasitas baterai yg diperlukan buat menjalankan tunggangan motor 1 KW 60 V menggunakan kecepatan 50 kmph buat 200 KM adalah 5,85 kWh.
Ini artinya bagaimana kami secara teoritis menghitung paket baterai yang dibutuhkan buat EV kami. Ini akan memberi Anda wangsit dasar buat menghitung paket baterai yang Anda butuhkan. pada masalah mudah, begitu banyak kerugian lain yang akan terjadi dan perlu dilakukan pengujian dan penilaian yg tepat buat menyelesaikan nilai paket yg tepat.
Hal-hal yang perlu diingat merupakan:-
buat kecepatan yang berbeda, efisiensi motor akan tidak sinkron karena RPM yang tidak sinkron.
waktu kecepatan bervariasi, kapasitas baterai pula bervariasi. Persyaratan kapasitas baterai paling sedikit tiba saat kecepatan sinkron menggunakan efisiensi motor yg kami pakai.
buat contohnya; buat motor BLDC 1 KW yang kami ambil, kecepatan yang efisien adalah 30-35 km/jam serta Bila e desain baterai pack menjaga kecepatan maksimum, kapasitas baterai yang dibutuhkan kami akan kurang.
Kapasitas baterai juga bervariasi tergantung pada tegangan motor.
Jika berat kotor tunggangan meningkat, kapasitas motor meningkat serta secara sedikit demi sedikit kapasitas baterai pula semakin tinggi.
Perlu menelaah kurva performa motor buat perhitungan yg lebih baik.
Berlangganan kami buat menerima notifikasi artikel terkait pemilihan Motor.

