Penipisan asal daya energi dan pemanasan global adalah tantangan berat masyarakat terkini kita. Industri transportasi memainkan kiprah krusial dalam konsumsi energi serta emisi gas rumah kaca. menurut Badan energi Internasional (IEA), itu bertanggung jawab atas 29% konsumsi tenaga dunia pada 2017 serta 25% emisi karbon dioksida global di 2016. Sel bahan bakar hidrogen (H2) memberikan pembuangan polutan nol. Otoritas di poly negara sangat mendukung produksi tunggangan sel bahan bakar, dan inisiatif ini absolut akan menjadi arah pengembangan industri otomotif pada masa depan. Amerika serikat merupakan negara pertama yang menetapkan tenaga H2 serta sel bahan bakar menjadi taktik energi jangka panjang. ada 5899 kendaraan sel bahan bakar pada Alaihi Salam pada akhir 2018 . mengenai kenaikan pangkat tunggangan sel bahan bakar H2, perusahaan Jepang serta Korea Selatan sebagai pionir dalam produksi massal skala besar , berhasil meluncurkan banyak sekali kendaraan yg diproduksi secara massal, seperti Toyota Mirai, Honda Clarity, serta Hyundai Nexo. sejak itu, empat aliansi gerombolan kendaraan beroda empat secara bertahap dibentuk, termasuk Daimler, Ford, dan Renault-Nissan, General Motors serta Honda, Bayerische Motoren Werke (BMW) serta Toyota, serta Audi dan Hyundai. Aliansi menginvestasikan upaya beserta dalam berbagi teknologi kendaraan sel bahan bakar H2, serta meningkatkan kecepatan komersialisasinya. Perusahaan Industri Otomotif Shanghai China meluncurkan tunggangan sel bahan bakar keempat menggunakan tunggangan Roewe 950 dengan jeda tempuh 400 km tanpa mengisi bahan bakar, membagikan kapasitasnya buat produksi skala mungil . Sel bahan bakar H2 terutama mencakup sel bahan bakar asam fosfat (PAFC), sel bahan bakar karbonat cair (MCFC), sel bahan bakar oksida padat (SOFC), sel bahan bakar alkalin (AFC), dan sel bahan bakar membran pertukaran proton (PEMFC) . PEMFC secara umum dikuasai karena mempunyai densitas daya yang tinggi, start suhu rendah, serta struktur kompak, mewakili asal daya yang ideal buat tunggangan sel bahan bakar H2. pada sisi lain, PEMFC membutuhkan H2 menggunakan kemurnian tinggi. Jika tidak, kinerja sel bahan bakar dan masa gunakan dapat sangat terpengaruh . ketika ini, teknologi produksi H2, mirip gasifikasi batubara, reformasi uap gas alam, reformasi metanol, dan elektrolisis air, telah sangat mapan di Cina . berdasarkan data statistik berasal China Hydrogen Alliance dan China National Petroleum and Chemical rencana Institute, kapasitas produksi H2 pada China saat ini artinya lebih kurang 41 juta ton/tahun, dengan yield sebanyak 33,42 juta ton. Secara khusus, rendemen H2 menjadi komponen tersendiri (gas sintetik tidak mengandung H2) yang memenuhi baku mutu H2 buat keperluan industri serta dapat eksklusif dijual menjadi gas industri merupakan kurang lebih 12,7 juta ton/tahun. pada antaranya, yang akan terjadi H2 yg dihasilkan asal batubara artinya yang tertinggi (21,24 juta ton), terhitung 63,54%, diikuti oleh H2 yang dihasilkan asal produk samping gas (7,08 juta ton), gas alam (4,6 juta ton), dan elektrolisis air ( 0,5 juta ton). namun, kontribusi H2 dari batubara uap superkritis , dekomposisi air fotokatalitik dengan energi surya, serta produksi H2 biologis masih pada tahap penelitian serta pengembangan (Tabel 1). Bahan standar yg tidak selaras membentuk perbedaan akbar dalam komposisi dan kandungan pengotor H2 yang didapatkan menggunakan menggunakan aneka macam teknologi. menggunakan demikian, teknologi pemurnian H2 yg efisien yg memungkinkan penghilangan kotoran dari H2 serta menyediakan H2 berkualitas tinggi buat tunggangan sel bahan bakar merupakan hal yg paling penting buat berbagi industri tunggangan sel bahan bakar H2. buat mendukung aplikasi energi H2 skala besar pada bidang transportasi, teknologi pemurnian baru serta efisiensi tinggi untuk produksi H2 berbiaya rendah serta berkualitas tinggi harus segera dikembangkan. pada penelitian ini, karakteristik teknologi pemurnian H2 standar, seperti pressure swing adsorpsi (PSA), pemisahan membran dan pemisahan hidrida logam, dianalisis. Kemajuan penelitian dipandang sinkron dengan karakteristik H2 buat tunggangan sel bahan bakar. buat lebih menaikkan efisiensi pemisahan, perlu buat terus melakukan studi di bahan adsorpsi baru dan sangat selektif, bahan membran tahan lama dan murah, bahan hidrida logam anti-keracunan dengan konsumsi energi regenerasi rendah, serta baru proses pemisahan serta penggandengan sesuai bahan-bahan tersebut di atas.

