Sungai boreal mengangkut bahan organik alami (NOM) dalam jumlah besar dan mikronutrien terkait, seperti besi (Fe) serta elemen jejak, ke samudera . Spesiasi Fe pada sungai yang mengalir ke samudera mendapat perhatian yang meningkat, khususnya sehubungan dengan membandingkan distribusi kompleks Fe-NOM dengan besi (oksi) hidroksida tersuspensi.
di zona pencampuran muara, kelarutan unsur-unsur yang terikat secara organik sangat dipengaruhi sang peningkatan kekuatan ionik dan konsentrasi ligan anorganik. namun, percobaan pencampuran sampel air tawar yg mengandung kompleks Fe-NOM dan besi (oksi) hidroksida dengan air bahari telah memberikan bahwa besi (oksi) hidroksida lebih mungkin buat berkumpul serta mengendap daripada kompleks Fe-NOM dan Fe oleh karena itu, kompleks -NOM dianggap diangkut pada jarak yg lebih jauh. Konsentrasi NOM pada poly DAS boreal telah semakin tinggi selama beberapa dekade terakhir karena perubahan pengendapan sulfat di atmosfer serta perubahan kondisi sirkulasi hidrologi. Hal ini mengakibatkan peningkatan konsentrasi Fe di zona boreal dan pencoklatan air bagian atas. Sebagian besar penelitian yang menelaah perilaku NOM, besi (oksi) hidroksida tersuspensi, dan elemen jejak terkait, telah dilakukan di sungai akbar dengan sedikit pertimbangan mengingat bagaimana kimia air berkembang selama transitnya di dalam jaringan drainase. Proses krusial bagaimanapun juga bisa terjadi di sepanjang jalur aliran sirkulasi air, yaitu, waktu air berkecimpung dari sirkulasi orde pertama yg lebih asam ke sistem orde tinggi yg kurang asam, dan memengaruhi mobilisasi Fe serta NOM serta spesiasi Fe. NOM dari sumber yang berbeda pada suatu wilayah tangkapan bisa membagikan sifat pengikatan logam yg tidak selaras. Distribusi jenis tanah mirip lahan basah serta tanah hutan dapat mensugesti ekspor kompleks Fe-NOM. Besi (oksi)hidroksida bisa mengendap pada zona riparian, pada mana air tanah anoksik kaya Fe mengalir ke sungai. Fe(III) yang sebelumnya terikat pada NOM jua bisa mengendap menjadi besi (oksi)hidroksida ketika pH air semakin tinggi sebab kesamaan hidrolitik yang bertenaga asal Fe(III). Pertumbuhan serta aglomerasi besi (oksi)hidroksida dalam sirkulasi kemudian membuat partikel yg lebih akbar yang menetap pada bagian sungai, danau, atau muara yang mengalir lambat, yg memengaruhi nasib banyak logam dan metaloid seperti timbal (Pb) , kromium (Cr), serta arsenik oksianion (Alaihi Salam) yang terikat di besi (oksi)hidroksida. Sejauh mana dan seberapa cepat proses ini terjadi dalam jaringan aliran tidak dipelajari menggunakan baik. Besi (oksi)hidroksida bertindak sebagai keliru satu kontrol terpenting yang mempengaruhi distribusi AS antara fase terlarut dan padat, karena afinitas Alaihi Salam yg tinggi buat besi (oksi)hidroksida dalam kondisi oksik. oleh karena itu, spesiasi Fe sangat krusial waktu mengukur fluks AS pada sungai. (16) tetapi, seperti yang juga dapat dikomplekskan oleh NOM. Pembentukan kompleks terner, menggunakan Fe bertindak menjadi jembatan kation, dapat menaikkan pengikatan AS pada NOM. (20) sang karena itu, spesiasi arsenik kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh apakah Fe hadir menjadi kompleks Fe-NOM atau menjadi besi (oksi)hidroksida. Tujuan dari penelitian ini ialah (i) buat menelaah asal NOM, Alaihi Salam, dan Fe di DAS boreal ketika air berkiprah dari DAS kecil, asam, huma basah dan didominasi hutan (mencakup 0,03–0,7 km2) ke orde tinggi yg kurang asam. sungai dengan daerah tangkapan yang lebih akbar (sampai 70 km2), (ii) untuk menghitung dan memodelkan Fe yang terikat secara organik buat menaikkan pemahaman kita ihwal mobilisasi Fe serta NOM pada lanskap boreal, dan (iii) buat mengidentifikasi bagaimana proses mengendalikan spesiasi Fe ( yaitu, pembentukan kompleks Fe-NOM dan besi (oksi)hidroksida) memengaruhi pengangkutan Alaihi Salam yang terkait dengan NOM. Flow-Field Flow Fractionation (FlowFFF) digabungkan dengan spektrometri massa plasma yg digabungkan secara induktif (ICP-MS) digunakan buat mengkaji asosiasi Fe dan AS menggunakan NOM.

